Bagaimana Motor Diklasifikasikan?

Feb 10, 2026

Tinggalkan pesan

1. Berdasarkan Jenis Catu Daya yang Bekerja

Motor dapat dibedakan menjadi motor DC dan motor AC sesuai dengan jenis catu daya yang bekerja. Motor DC dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur dan prinsip kerjanya menjadi:motor DC tanpa sikatDanmotor DC yang disikat. Motor DC yang disikat dapat dibagi lagi menjadi:motor DC magnet permanenDanmotor DC elektromagnetik. Motor DC elektromagnetik dibagi lagi menjadi motor DC seri-tereksitasi, motor DC tereksitasi shunt-motor DC tereksitasi terpisah, dan motor DC tereksitasi gabungan-motor DC tereksitasi. Motor DC magnet permanen dibagi lagi menjadi motor DC magnet permanen tanah jarang, motor DC magnet permanen ferit, dan motor DC magnet permanen AlNiCo. Motor AC juga dapat dibagi menjadi motor-fasa tunggal dan motor-fasa tiga.

d2b453cc502e00152f2678bfded21c1c

 

2. Berdasarkan Struktur dan Prinsip Kerja

Menurut struktur dan prinsip kerjanya, motor dapat dibagi menjadi motor DC, motor asinkron danmotor sinkron. Motor sinkron dapat diklasifikasikan menjadi motor sinkron magnet permanen, motor sinkron reluktansi, dan motor sinkron histeresis. Motor asinkron dapat dibedakan menjadi motor induksi dan motor komutator AC. Motor induksi dapat dibagi lagi menjadi motor asinkron tiga-fasa, motor asinkron-fasa tunggal, dan motor asinkron-kutub berbayang, dll. Motor komutator AC dapat dibagi lagi menjadi motor tereksitasi-seri fase-fasa, motor tujuan ganda AC-DC, dan motor tolakan.

 

 

3. Dengan Memulai dan Mode Operasi

Menurut mode pengasutan dan pengoperasiannya, motor dapat dibagi menjadi kapasitor-start motor asinkron-fasa tunggal, kapasitor-menjalankan motor asinkron-fasa tunggal, kapasitor-menghidupkan dan menjalankan motor asinkron-fasa tunggal, dan motor asinkron-fasa tunggal-terpisah.

 

4. Berdasarkan Aplikasi

Menurut penerapannya, motor dapat dibagi menjadi motor penggerak dan motor kendali. Motor penggerak dapat diklasifikasikan menjadi motor untuk perkakas listrik (termasuk pengeboran, pemolesan, penggilingan, pembuatan alur, pemotongan, reaming dan perkakas lainnya), motor untuk peralatan rumah tangga (termasuk mesin cuci, kipas angin listrik, lemari es, AC, tape recorder, video perekam, pemutar DVD, penyedot debu, kamera, pengering rambut, alat cukur listrik, dll.) dan motor untuk peralatan mekanis kecil umum lainnya (termasuk berbagai peralatan mesin kecil, mesin kecil, peralatan medis, instrumen elektronik, dll.). Motor kontrol dapat dibagi lagi menjadi motor loncatan dan motor servo, dll.

 

5. Berdasarkan Struktur Rotor

Menurut struktur rotornya, motor dapat dibagi menjaditupai-motor induksi sangkarDanluka-motor induksi rotor.

8c770a8a00adb7dc4c64a6cadb85e8cd

 

6. Berdasarkan Kecepatan Rotasi

Menurut kecepatan pengoperasiannya, motor dapat dibagi menjadi motor-kecepatan tinggi, motor-kecepatan rendah, motor-kecepatan konstan, dan motor-kecepatan variabel. Motor-kecepatan rendah dibagi lagi menjadi motor reduksi gigi, motor reduksi elektromagnetik, motor torsi dan motor sinkron-kutub cakar, dll.

Selain dibagi menjadi motor kecepatan-konstan bertahap, motor kecepatan-konstan stepless, motor kecepatan-variabel bertahap, dan motor kecepatan-variabel stepless, motor kecepatan-variabel juga dapat dibagi menjadi motor kecepatan-variabel elektromagnetik, motor kecepatan-variabel DC, motor kecepatan-variabel konversi frekuensi PWM, dan motor kecepatan-variabel keengganan yang dialihkan.

Kecepatan rotor motor asinkron selalu sedikit lebih rendah dari kecepatan sinkron medan magnet yang berputar. Kecepatan rotor motor sinkron selalu dijaga pada kecepatan sinkron berapa pun besar bebannya.

Kirim permintaan